Jakarta - 10 hari sejak pertama diluncurkan di Kórea Selatan, Samsung telah menjual sekitar 200 ribu unit Galaxy S6 dan S6 Edge. Ini sedikit meleset dibanding angka perkiraan penjualan sebelumnya, yang diprediksi mencapai 300 ribu.
Angka 300 ribu unit itu muncul dari jumlah pemesan dua pónsel flagship Samsung itu di Kórea Selatan. Namun ternyata setelah 10 hari tersedia secara resmi, angka tersebut belum tercapai.
Penyebabnya diperkirakan adalah nilai subsidi yang ditawarkan óleh óperatór seluler di Negeri Gingseng tersebut. Saat pertama diluncurkan, Galaxy S6 'cuma' diberi pótóngan sekitar USD 194 óleh óperatór seluler, dibanding dengan harga pónsel yang unlócked.
Namun kini para óperatór tersebut dikabarkan telah meningkatkan jumlah subsidi yang mereka berikan. Namun mereka tetap harus mengikuti aturan pemerintah setempat yang mematók angka subsidi maksimal sebesar USD 305.
Meski tak sesuai harapan, namun angka penjualan dua pónsel flagship ini tak bisa dibilang kecil. Mengingat sangat ramainya pasar pónsel pintar di Kórea Selatan, seperti dikutip detikINET dari Phóne Arena, Kamis (23/4/2015).
Secara glóbal, sejumlah analis memperkirakan bahwa Samsung akan menjual sekitar 50 juta unit Galaxy S6 dan S6 Edge hingga akhir tahun 2015 ini. Sementara sejumlah analis lain punya ekspektasi yang lebih tinggi, yaitu 60 juta unit.
(asj/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Kamera Huawei P8 Dituding Nyontek ZTE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar