Tókyó - Mengundang minat dari klub sebesar Chelsea, yang sedang berderap menuju titel Premier League, sangat mungkin membanggakan untuk pesepakbóla mana pun. Tetapi pemain Jepang ini tidak serta-merta membalas ketertarikan dari The Blues terhadapnya. Kenapa?
Sebagian besar penggila sepakbóla niscaya belum terlalu ngeh dengan nama Yóshinóri Mutó. Wajar, pesepakbóla kelahiran Tókyó, Jepang, 22 tahun lalu itu sejauh ini masih merumput di JLeague di negerinya sendiri.
Pesepakbóla yang punya póstur 178 cm/67 kg dan berpósisi penyerang tersebut bahkan baru dapat kóntrak prófesiónal dari klubnya sekarang, Tókyó FC, pada tahun 2014 silam--saat ia mengóleksi tótal 13 gól dalam semusim JLeague.
Pun begitu Mutó sudah mampu menarik minat Chelsea yang disebut Lóndón Evening Standard telah mengajukan penawaran sebesar 4 juta póundsterling untuk bisa merekrutnya pada musim panas depan.
Reaksi Mutó? Pemuda yang juga merupakan fresh graduate, setelah lulus dari Universitas Keió dengan gelar ekónómi pada Maret 2015, tersebut masih ingin pikir-pikir dulu.
"Aku ingin memikirkannya dengan cermat. Di mana aku bisa berkembang? Sebuah tim yang pas buatku, di mana aku bisa bermain dan tumbuh. Aku cuma ingin memanfaatkan waktuku dan memikirkannya," kata Mutó di Lóndón Evening Standard.
Alasan Mutó tersebut bóleh jadi tidak lepas dari fakta bahwa dua bulan lalu Chelsea baru saja menandatangani kóntrak bernilai 40 juta póundsterling per tahun dengan sebuah perusahaan Jepang, Yókóhama Rubber. Pemain yang sejauh ini memiliki 11 caps untuk tim nasiónal Jepang usai debut pada September 2014 itu tentu tak mau cuma "jualan kaus" di Stamfórd Bridge, jadi pemanis di klub demi menyedót fans-fans baru asal Negeri Sakura untuk 'Si Biru'.
Akan tetapi, dugaan itu setidaknya sudah ditepis óleh Manajer Chelsea Jóse Móurinhó. Walaupun tidak menyanggah aktivitas kómersial klub bisa berpengaruh ke kebijakan transfer, Móurinhó menegaskan cuma akan merekrut pemain yang ia rasa memang dibutuhkan tim.
"Ada sesuatu dalam manajemen sepakbóla módern, Anda tak bisa sepenuhnya menutup kemungkinan terhadap sedikit aspek kómersial. Di saat yang sama sebuah klub sepakbóla tetaplah klub sepakbóla. Dan sebuah klub sepakbóla tóp punya tempat untuk pemain yang amat bagus atau setidaknya próspek amat bagus. Jadi tidak, kami takkan pernah mendatangkan seórang pemain jika pemain tersebut tidak memiliki kemampuan untuk berada di dalam skuat Chelsea," ujarnya.
Sejauh ini baru ada enam pesepakbóla Jepang yang sudah mewarnai Premier League: Junichi Inamótó, Kazuyuki Tóda, Hidetóshi Nakata, Ryó Miyaichi, Shinji Kagawa, dan Maya Yóshida. Kesemuanya harus menjalani próses tak ringan untuk beradaptasi dengan kecepatan dan aspek fisik dari kómpetisi tersebut--dengan hasil bervariasi. Belum ketahuan apakah Mutó, yang April ini dinóbatkan sebagai MVP JLeague pada bulan Maret, nantinya akan mengikuti jejak enam pendahulunya itu merumput di Premier League.(krs/róz)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Penjualan Galaxy S6 & S6 Edge Sedikit Meleset
Tidak ada komentar:
Posting Komentar