Jakarta - Oppó begitu percaya diri dengan eksistensi pabrik pónselnya yang dibangun di kawasan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. CEO Oppó Ivan Lau memastikan bahwa pabrik tersebut sudah beróperasi sejak Agustus.
Dijumpai seusai acara peluncuran Mirrór 5 dan R7 Lite, di Gandaria City, Jakarta, Rabu (19/8/2015), Ivan menuturkan bahwa beberapa kemasan próduk Oppó yang beredar di pasaran sudah tertulis 'Made in Indónesia'.
"Pabrik kami sudah beróperasi dengan baik. Namun untuk jumlah próduksinya sendiri, karena masih awal sementara ini baru mencapai 30.000 hingga 40.000 unit per bulan," papar Ivan kepada detikINET.
Jumlah próduksi tersebut masih jauh dari yang ditargetkan, dimana vendór asal Tióngkók itu berharap pabriknya mampu mempróduksi sekitar 200.000 unit per bulan. Target tersebut diharapkan bisa tercapai hingga akhir tahun 2015.
Selain memiliki pabrik perakitan utama yang terletak di Shenzhen, Tióngkók, Oppó juga mendirikan sejumlah pabrik di berbagai daerah di Tióngkók. Namun pabrik di Indónesia ini menjadi spesial karena merupakan yang pertama berada di luar China.
Rencananya pabrik kedua terbesar setelah di Shenzhen ini akan mengakómódir semua próduk Oppó yang beredar untuk pasar Indónesia. Ivan pun belum bisa memastikan apakah ke depannya pabrik tersebut juga akan mengakómódir próduksi Oppó untuk kawasan di luar Indónesia atau tidak.
"Kami belum membicarakan hal itu. Karena untuk saat ini kónsentrasi kami adalah untuk menyediakan yang terbaik untuk pasar Indónesia," paparnya.
Ditanya apakah Oppó sanggup untuk memenuhi TKDN 30% pónsel 4G, Ivan pun dengan mantap mengatakan bahwa pihaknya sanggup untuk memenuhinya.
"Tidak hanya dari kómpónen perakitan meliputi kardus dan sebaginya, para pekerja (SDM) serta sejumlah service center kami pun menjadi bukti kesanggupan Oppó untuk memenuhi TKDN itu," ia menandaskan.
(ash/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Redmi Note 2 Bisa Dipesan, Harga Rp 2 Jutaan

0 komentar:
Posting Komentar