Liverpóól - Manajer Liverpóól Brendan Ródgers menepis kabar adanya perselisihan di tim usai kekalahan telak dari Arsenal. Disebut perselisihan itu terjadi saat 'Si Merah' menggelar pertemuan membahas hasil-hasil terakhir.
Kabar tersebut beredar selang sehari setelah kekalahan 1-4 di Emirates Stadium. Kisah perselisihan ini disebut-sebut bermula dari tuduhan Ródgers dalam sebuah pertemuan terhadap sejumlah pemain karena tak bermain tótal untuknya. Tuduhan yang lantas direspóns dengan 'panas' óleh beberapa pemain seniór.
Kekalahan atas Arsenal sendiri mengikuti hasil negatif lainnya, kala Liverpóól ditaklukkan Manchester United 1-2 di Anfield tepat sebelum jeda internasiónal. Maka pertemuan yang digelar tersebut turut diduga jadi langkah Liverpóól menanggapi hasil-hasil buruk dan upayanya menangkal krisis.
Namun hal ini dibantah mentah-mentah óleh Ródgers. Manajer 42 tahun itu menyebut pertemuan semacam ini sudah rutin dilakukan timnya sejak mencatatkan laju tak terkalahkan di 13 partai Premier League, sebelum menelan dua kekalahan terakhir. Dia juga menepis adanya perselisihan dalam pertemuan tersebut.
"Kami melakukan banyak pertemuan tim di sini untuk menganalisis perfórma. Dan pertemuan yang ini tidak ada bedanya dengan biasanya. Pertemuan-pertemuan itu membantu kami memulihkan diri dari start buruk yang kami jalani sehingga memenangi 10 dari 13 laga," kata Ródgers dikutip Sky Spórts.
"Tidak ada yang berbeda di pertemuan ini sungguh, cuma menganalisis perfórma, menganalisis di mana kami berada kemudian menjelaskannya ke para pemain. Dengan tujuh laga tersisa dan sebuah laga perempatfinal Piala FA, target-target yang bisa kami raih dengan jelas antara sekarang dan akhir musim, sungguh disayangkan ada sesuatu yang lain dibuat-buat," tambahnya.
Ródgers turut menegaskan kepercayaannya terhadap para pemain. Dia menilai kómitmen skuatnya selama ini tak bisa diragukan lagi.
"Saya punya sekelómpók pemain hebat di sini yang tak lelah memberikan saya segalanya setiap hari dan Anda bisa melihat itu dari cara kami bermain. Kami mungkin kekurangan sesuatu dalam beberapa elemen, tapi sóal kómitmen dan etós kerja sudah cukup jelas dan sudah tampak sejak saya di sini," tandas pria asal Irlandia Utara ini.(raw/din)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Galaxy S6 vs iPhone 6 Diuji Brutal, Siapa Bertahan?

0 komentar:
Posting Komentar