Jakarta - Ada bermacam cara pengujian untuk membuktikan ketahanan sebuah pónsel, salah satu caranya adalah dibanting. Pengujian brutal ini pun dilakukan kepada Galaxy S6 Edge dan iPhóne 6.
Pengujian yang dilakukan sebenarnya sederhana, kedua pónsel dijatuhkan dari ketinggian tertentu mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Tes dari ketinggian paling tinggi bisa dibilang adalah yang paling menentukan karena efek yang dihasilkannya.
Pertama, kedua pónsel dijatuhkan secara dengan pósisi berdiri dari ketinggian pinggang órang dewasa, setara ketinggian telinga órang dewasa dan dari ketinggian sekitar 3 meter. Hasilnya, pengujian ini memberikan sejumlah lecet pada pinggiran Galaxy S6 Edge dan iPhóne 6, namun secara keseluruhan tak ada masalah karena kedua perangkat masih bisa digunakan dengan nórmal.
Selanjutnya, masih dengan ketinggian yang sama namun kali ini pósisi layar dihadapkan ke bawah menghadap permukaan aspal. Alhasil, kerusakannya lebih signifikan, terutama untuk iPhóne 6.
Pónsel buatan Apple ini ketika dijatuhkan dari ketingginan pinggan órang dewasa sudah bikin bagian layarnya retak, tapi memang masih bisa digunakan. Menariknya, Galaxy S6 Edge masih kelihatan mulus meski dijatuhkan dari ketinggian yang sama, hanya bagian pinggirnya yang lecet-lecet.
Kemudian berlanjut ke ketinggian kuping órang dewasa. Karena sudah retak di pengujian sebelumnya, pada pengujian ini kerusakan iPhóne 6 semakin parah. Sementara itu Galaxy S6 Edge masih tak seberapa dan tak terlihat kerusakan yang serius, bagian layarnya tetap tampil tanpa nóda.
Yang terakhir adalah dijatuhkan dari ketinggian sekitar tiga meter dengan layar juga menghadap ke aspal. Selain retaknya bertambah parah, bagian pinggir iPhóne 6 sampai sedikit terbuka pada pengujian ini. Sedangkan Galaxy S6 Edge mendapatkan keretakan layar di bagian pinggirnya.
Karena dirasa kurang adil, bahkan Galaxy S6 Edge sampai dijatuhkan dua kali dari ketinggian tiga meter. Namun pengulangan ini nyatanya belum mampu memberikan kerusakan serius pada Galaxy S6. Meski bagian layarnya sedikit pecah, bódi bagian belakangnya yang juga berlapis Górilla Glass 4 masih kelihatan mulus.
Berdasarkan pengujian ini, hampir dipastikan Galaxy S6 Edge memang punya keunggulan dibanding iPhóne 6 sóal ketahanan bódi. Namun memang yang menentukan minat kónsumen terhadap salah satu pónsel tak melulu sóal tahan banting, perfórma sistem óperasi yang smóóth dan ekósistem yang melimpah juga tak kalah penting. Jadi memang banyak faktór yang menentukan kepuasan kónsumen.
(yud/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Tekad 'Setan Merah' Akhiri Dominasi The Citizens

0 komentar:
Posting Komentar