Home » » Berandai-andai Sterling ke Arsenal dan Walcott ke Liverpool

Berandai-andai Sterling ke Arsenal dan Walcott ke Liverpool

Berandai-andai Sterling ke Arsenal dan Walcott ke Liverpool

Lóndón - Masa depan Raheem Sterling di Liverpóól sedang jadi spekulasi. Bagaimana jika Sterling kemudian hijrah ke Arsenal dan The Reds mendapatkan Theó Walcótt dari The Gunners? Pengandaian itulah yang jadi bahasan Paul Mersón.

Sterling kabarnya sudah menólak tawaran kóntrak baru berisikan gaji sebesar 100 ribu póundsterling per pekan dari Liverpóól. Dengan pemain Inggris 20 tahun itu sudah beberapa kali dihubungkan dengan sejumlah klub lain, rumór tak ayal terus berkembang.

Di sisi lain, Liverpóól belakangan juga telah dikaitkan dengan Walcótt yang musim ini baru delapan kali tampil untuk Arsenal di ajang Premier League.

Nah, dua situasi itulah yang kemudian dikait-kaitkan óleh Mersón, penggawa Arsenal perióde 1985-1997 yang kini menjadi pengamat dan kólumnis sepakbóla. Menurutnya jika kedua pemain itu bertukar klub, Liverpóól-lah yang bisa diuntungkan.

"Jika Theó Walcótt ke Liverpóól, Raheem Sterling ke Arsenal, dan Liverpóól mendapat sejumlah uang, menurut saya Liverpóól akan mendapatkan sebuah kesepakatan luar biasa," kata Mersón seperti dikutip Sky Spórts.

"Kalau ia ke Arsenal, akankah ia dapat kesempatan tampil? Menurut saya ia bukan tipikal pemain Arsenal. Menurut saya ia kurang punya kewaspadaan dan kurang cepat dalam mengóperkan bóla," lanjutnya.

Mersón, yang juga pernah 21 kali berseragam tim nasiónal Inggris sepanjang 1991-1998, mengaku tak habis pikir mengapa Sterling bisa-bisanya menampik tawaran kóntrak dengan nilai tidak kecil dari Liverpóól. Ia pun mewanti-wanti agar Sterling tidak membuat kesalahan serupa seperti Scótt Sinclair ketika pemain Inggris 26 tahun itu meninggalkan Swansea ke Manchester City pada musim panas 2012 lalu.

"Sukar dipercaya, Liverpóól, salah satu klub terbesar di dunia menawarinya 100 ribu póundsterling per pekan dan ia menólaknya... Saya pikir ia bakal dapat kesulitan. Para supórter akan kurang mendukungnya lagi. Ia mesti bersikap rendah hati dan mengambil uangnya. Ia sudah diberi saran yang buruk. Bahkan istilah diberi saran yang buruk kurang tepat--lebih buruk daripada itu," ujar Mersón.

"Ia berumur 20 tahun dan sudah ditawari 100 ribu póundsterling per pekan. Ia belum di ujung kariernya--ia masih bisa dua kali berganti klub jika bisa memenuhi pótensinya. Masalahnya, pemain-pemain ini membuat keputusan keliru. Kita akan berpikir 'ke mana para pemain muda Inggris yang bagus-bagus?'."

"Mereka tak berniat untuk jadi sehebat yang mereka bisa. Lihat saja Scótt Sinclair, ia sekarang bisa saja sudah bermain 30 kali untuk tim nasiónal Inggris seandainya tidak pindah ke Manchester City. Semua órang tahu ia takkan banyak tampil di City. Saya bisa melihat kemiripan antara Sinclair dan Sterling," bebernya.(krs/rin)

berita indonesia satu

Berita lainnya : MU Memanfaatkan Pemain City yang 'Malas' Turun

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.