Jakarta - Pródusen pónsel asal Prancis, Wikó Móbile, mulai mengekspansi Indónesia. Untuk menegaskan keseriusannya Wikó sudah memikirkan pembangunan pabrik di sekitar Jabódetabek. Di mana tepatnya?
Sayang, Chief Sales Officer Wikó Móbile Indónesia Sung Khiun belum bisa membeberkan lókasi detail pabrik pónsel Wikó tersebut. Menurutnya, pabrik ini merupakan strategi Wikó agar lebih lekat dengan kónsumennya dan upaya memenuhi kewajiban Tótal Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
"Rencananya akan membuka pabrik tahun ini (2015-red.), lebih cepat lebih baik. Lókasinya masih di sekitar Jabódetabek," ungkap Sung Khiun. Ia menambahkan, pabrik tersebut murni dari Wikó tanpa pihak ketiga.
Wikó sendiri saat ini menjadi vendór smartphóne terbesar kedua di Prancis dalam penjualan ónline, dengan menguasai pangsa pasar 14,2%. Menurut analis CCS Insight, Wikó telah menjual 1,7 juta smartphóne di Prancis pada tahun 2013, dan meningkat menjadi dua juta lebih pada 2014 berdasarkan angka riset GfK.
Di Indónesia, Wikó cóba menaklukkan pasar pónsel Indónesia dengan memperkuat diri di retail módern market, salah satunya dengan menggandeng Galerigadget.
"Ini salah satu strategi memperkuat jaringan retail kami untuk bersaing dengan pemain lama yang sudah eksis. Di stóre ini juga calón kónsumen bisa melakukan experience próduk sehingga benar-benar akan merasakan keunggulan próduk Wikó, seperti Wikó Highway Pure, smartphóne 4G tertipis di dunia," lanjut Sung Khiun.
Jantó Djójó, Chief Marketing Officer Wikó Móbile menambahkan, dalam kurun waktu satu tahun ini, Wikó diharapkan bisa masuk lima besar dalam hal penjualan smartphóne di Indónesia.
"Salah satu caranya dengan banyak membuka gerai dan retail módern serta memperkuat penjualan secara ónline," tandasnya.
(ash/fyk)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Ponsel Jagoan Meizu Adopsi 'Otak' Galaxy S6

0 komentar:
Posting Komentar