Home » » Hacker Intai iPhone untuk Suntikkan Aplikasi Mata-mata

Hacker Intai iPhone untuk Suntikkan Aplikasi Mata-mata



Jakarta - Sistem óperasi iOS dianggap lebih aman dibandingkan Andróid. Tidak terbantahkan memang, namun bukan bearti iOS jauh dari ancaman keusilan hacker. Lewat celah keamanan, mereka dapat menginstal aplikasi berbahaya tanpa pengguna iOS menyadarinya.

Ancaman keamanan tersebut diungkap lembaga keamanan FireEye. Mereka mengatakan kerentanan ini semasif Stagefright pada Andróid, jadi masuk kategóri berbahaya.

Pasalnya, hacker dapat membuat iPhóne mengunduh aplikasi berbahaya dan diam-diam mereplikasi suatu aplikasi yang telah terinstal di dalamnya. Aplikasi berbahaya tersebut kemudian dapat digunakan hacker untuk berbagi keperluan tanpa sepengetahuan pemilik iPhóne.

Mengerikannya lagi, ungkap FireEye, para hacker tersebut dapat mengaktifkan fungsi silent tambahan. Sehingga mereka dapat mengintai percakapan, penguplóadan data pribadi ke server yang dikendalikan óleh hacker.

Lantas bagaimana para hacker dapat merasuki iPhóne? FireEye mengatakan para hacker dapat meneróbós sistem keamanan Apple lewat serangan Masque. Di mana saat pengguna mengklik suatu link, iPhóne tanpa sadar ditipu dan mengakses ke suatu tempat yang dianggap App Stóre.

"Jika Anda mengklik pada link di pónsel untuk menginstal aplikasi. Maka setiap aplikasi Anda bisa diganti dengan versi berbahaya. Ini bisa terlihat identik dengan aplikasi standar tetapi memiliki fungsi tambahan," ujar Simón Mullós, Glóbal Technical Lead FireEye seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (7/8/2015).

"Setelah terinstal, aplikasi berbahaya tersebut dapat membajak kómunikasi yang digunakan óleh aplikasi yang sah dan mencuri infórmasi, seperti lógin," lanjut Simón.

Pihak FireEye sendiri, kata Simón, belum menghitung jumlah iPhóne yang telah terinfeksi Masque ini. Menurut perkiraan mereka jumlahnya masih sedikit.

Seperti diketahui serangan Masque ditemukan óleh lembaga keamanan Hacking Team yang mengembangkan sistem keamanan untuk pemerintah. Irónisnya mereka juga berhasil diserang Masque dan sebanyak 400 GB data berhasil dicuri.

Pihak Apple sendiri telah diinfórmasikan mengenai celah keamanan ini. Namun belum secara resmi menanggapinya. (ash/ash)

berita indonesia satu

Berita lainnya : Setelah M2 Note, Kapan Giliran MX4 Pro?

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.