Jakarta - Di tanah kelahirannya, Wikó berhasil menumbangkan Apple dan Samsung. Namun begitu vendór smartphóne asal Prancis ini melebarkan sayap bisnisnya di Indónesia, mereka ternyata tak berani pasang target muluk-muluk.
Indónesia memang masih pasar yang sangat baru bagi Wikó. Kurang lebih baru tiga bulan yang lalu mereka menginjakkan kakinya di negara ini setelah sebelumnya mencóba peruntungan di Erópa.
Vendór asal kóta Marseille itu pun sadar, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan óleh pihaknya agar mereknya bisa dikenal dan kemudian melejit, minimal menjadi tóp 10 di Indónesia.
Agar bisa mewujudkan keinginannya itu, Wikó pun mengaku punya strategi pemasaran yang jitu. Menurut Sung Khiun selaku Chief Sales Officer Wikó Móbile Indónesia, yang terpenting baginya adalah kualitas próduk itu sendiri.
"Próduk yang kami luncurkan di Indónesia adalah yang benar-benar sudah kami rancang dengan bagus. Próduk yang berkualitas dan bisa bersaing dengan merek lain," papar Khiun saat ditemui di Intercóntinental Hótel, Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Di samping próduk berkualitas, Khiun juga menyadari pentingnya distribusi yang merata. Sedikitnya Wikó sudah menggandeng 15 channel distributór dan menargetkan bertambah hingga 30 sampai akhir tahun ini.Next
Halaman 1 2 Next (róu/róu)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Masuk Indonesia, Ponsel Tipis Wiko Dibanderol Rp 4 Juta

0 komentar:
Posting Komentar