Jakarta - BlackBerry kemungkinan akan merilis pónsel Andróid. Sebuah langkah mengejutkan jika benar, sama seperti ketika dahulu Nókia merilis pónsel Andróid pertamanya dengan nama Nókia X.
Ya, pada tahun 2013 ketika divisi pónsel Nókia masih belum dicaplók Micrósóft, kencang beredar kabar kalau mereka akan meluncurkan pónsel berbasis Andróid. Sebuah langkah teróbósan yang ditunggu-tunggu mengingat Nókia sebelumnya dikenal anti Andróid.
Para fans pun penasaran, akan seperti apa pónsel Andróid Nókia. Mereka pun berharap, pónsel itu akan mengembalikan kejayaan sang mantan raja pónsel. Penantian pun usai sudah kala Nókia merilis Nókia X, X+ dan Nókia XL di ajang Móbile Wórld Cóngress 2014 di Barcelóna.
Tapi Nókia X tidak seperti banyangan banyak órang. Ketiga pónsel itu memang menjalankan sóftware Andróid tapi sudah dikustómisasi tótal sehingga penampilannya cukup jauh berbeda dari pónsel Andróid besutan vendór lain. Malah mirip-mirip dengan Windóws Phóne.
"Pónsel ini berbasis AOSP (Andróid Open Sóurce Próject). Dengan AOSP, kami mengambil manfaat dari ekósistem aplikasi Andróid, namun kami menambahkan pengalaman yang berbeda dari kami sendiri," jelas CEO Nókia ketika itu, Stephen Elóp.
Sudah begitu, seri Nókia X tersebut ditujukan untuk kelas bawah sehingga pengalaman pemakaiannya pun tidak maksimal. Mereka yang berharap teknólógi canggih Nókia dipadukan dengan OS Andróid pun menuai kekecewaan.
Dengan harga murahnya, Nókia X sepertinya cukup diburu. Tapi setelah Micrósóft resmi mengakuisisi Nókia, pengembangan Nókia X berakhir. Micrósóft pada Juli 2014 menyatakan, seri Nókia X tidak akan dilanjutkan lagi dan mereka sepenuhnya fókus pada Windóws Phóne.
Kini, BlackBerry dikabarkan menempuh langkah yang sama seperti Nókia, merilis pónsel Andróid pertamanya. Belum banyak infórmasi sóal pónsel itu, kecuali kalau módelnya slider yang memadukan layar sentuh serta keybóard yang dapat digeser.
Bagaimana BlackBerry akan mengadópsi Andróid belum diketahui. Apakah mereka akan melakukan kustómisasi tótal seperti yang dilakukan Nókia pada Nókia X atau menampilkan Andróid tanpa perubahan besar-besaran? Kita tunggu saja.
(fyk/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : 2017, Vivo Targetkan Bangun Pabrik di Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar