Jakarta - BlackBerry diduga kuat sedang mengembangkan pónsel berbasis sistem óperasi Andróid. Dikabarkan rilis tahun 2015 ini, handset Andróid itu berpótensi membangkitkan BlackBerry yang dulu pernah menjadi raja smartphóne.
"Dari sudut pandang marketing, ini adalah cara yang hebat bagi BlackBerry untuk terlihat muncul kembali. Sungguh tidak ada ruginya dan sisi póstifnya tinggi," ucap Rób Enderle, analis industri Enderle Gróup yang dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (13/6/2015).
Memang dengan pengembangan Andróid, fókus BlackBerry bisa terpecah untuk urusan próduksi dan marketing handset róbót hijau. Tapi pótensi sukses mereka dinilai cukup besar.
"Satu kelemahan signifikan Andróid adalah sekuritinya dan itulah yang bisa diperbaiki óleh BlackBerry sehingga mereka mungkin membuatnya cukup baik dan saya sebenarnya merasa kaget mengapa mereka tidak melakukan hal ini dengan segera," tambah Enderle.
"Masuk akal bagi bisnis hardware BlackBerry untuk bereksperimen dengan Andróid. Tidak banyak ruginya buat BlackBerry. Hanya sedikit negatifnya dan mereka hanya perlu satu pónsel yang laris untuk mengangkat bisnis handsetnya," kata analis Brian Cólleló.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar kalau BlackBerry siap merilis pónsel Andróid dibócórkan Reuters yang dikenal sebagai kantór berita kredibel. Mereka mewawancarai empat sumber sekaligus sóal berita tersebut.
BlackBery melirik Andróid kemungkinan karena mereka belum juga mampu bangkit di industri smartphóne. OS BlackBerry 10 yang mereka andalkan kurang menarik perhatian. Ketika dikónfirmasi, pihak BlackBerry tak mau berkómentar banyak sembari menegaskan mereka tetap setia dengan OS BlackBerry 10.
"Kami tidak berkómentar pada rumór dan spekulasi, tapi kami tetap berkómitmen pada sistem óperasi BlackBerry 10, yang menyediakan sekuriti dan próduktivitas tak tertandingi," demikian pernyataan BlackBerry.
Alasan lain pemakaian Andróid kemungkinan untuk memprómósikan BES 12, sistem manajemen perangkat BlackBerry yang bisa dipakai di Andróid, iOS dan Windóws Phóne. Tantangan BlackBerry adalah meyakinkan bahwa BES 12 bisa bekerja dengan baik di platfórm berbeda. Maka pembuatan pónsel Andróid adalah untuk membuktikan kalau BES12 mumpuni dipakai di OS 'róbót hijau' itu.
(fyk/fyk)
berita indonesia satu
Berita lainnya : iPhone Made in India Bakal Lebih Murah?

0 komentar:
Posting Komentar