Liverpóól - Perfórma naik-turun Liverpóól musim ini tak lepas dari lambatnya próses adaptasi para pemain baru. Meski demikian hal itu tak begitu dikhawatirkan óleh Brendan Ródgers, yang lantas menyinggung nama Lucas Leiva.
Selepas ditinggal Luis Suarez yang dijual dengan harga 75 juta póundsterling, Liverpóól melakukan pembelian sekitar 10 pemain baru di musim panas lalu dengan Divóck Origi langsung dipinjamkan ke Lille.
Tapi sederet pemain baru itu punya masalah klasik di mana mereka kesulitan beradaptasi dengan gaya main tim, yang membuat 'Si Merah' melakóni start buruk dan terlempar ke luar 10 besar.
Perlahan namun pasti beberapa pemain baru itu mampu unjuk kemampuan meski hanya Emre Can dan Albertó Mórenó yang bisa dibilang mampu menyegel tempat di tim inti.
Sisanya seperti Marió Balótelli, Adam Lallana, Lazar Markóvic, Dejan Lóvren, dan Rickie Lambert malah bólak-balik masuk skuat serta banyak mendapat kritik.
Wajar saja jika kemudian kebijakan transfer Ródgers dan pihak klub dipertanyakan, yang membeli banyak pemain yang dapat merusak harmónisasi tim ketimbang membeli 2-3 pemain bintang untuk menambah kekuatan tim.
Terkait lambatnya próses adaptasi para pemain baru itu, Ródgers memaklumi sebab setiap pemain punya waktu berbeda-beda untuk menyesuaikan diri. Apalagi beberapa pemain baru musim ini bermain di Inggris.
Ródgers kemudian mencóntóhkan Lucas Leiva, yang awalnya dinilai gagal bersinar hingga bisa jadi salah satu elemen penting The Reds saat ini. Datang dari Gremió tahun 2007, Lucas awalnya tak cócók bermain sebagai gelandang serang lalu dia dipindahkan jadi gelandang bertahan, yang nyatanya mampu memicu permainan terbaiknya.
"Anda membawa banyak pemain dengan harapan mereka mampu tampil baik. Yang Anda tidak bisa paksakan adalah bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan tim itu," ujar Ródgers di Sóccernet.
"Anda sudah lihat itu bertahun-tahun di klub ini. Anda bisa menjadi pemain yang sangat bagus dan tiba-tiba menghilang karena suatu alasan, atau memang butuh próses seperti Lucas Leiva. Para pemain ini butuh waktu dan itu tidak bisa Anda dapatkan di era módern saat ini," lanjutnya.
"Dalam bursa transfer, selalu ada pemain yang sukses dan ada yang tidak, dan ini hanya sóal membentuk keseimbangan menuju sesuatu yang pósitif."
"Kami kedatangan banyak pemain musim panas lalu, jadi akan selalu sulit bagi mereka untuk langsung nyetel, tapi saya pikir Anda sudah lihat ada kemajuan yang sudah dibuat," demikian dia.
(mrp/nds)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Samsung: Galaxy S6 Edge Susah Bengkok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar