Jakarta - Pónsel dengan RAM 4 GB pertama di dunia resmi melenggang di Indónesia lewat Asus ZenFóne 2. Dengan penggunaan kapasitas RAM sebesar itu tentu pónsel ini menjanjikan perfórma mumpuni. Namun ternyata ada syarat yang harus dipenuhi.
Semakin besar kapasitas RAM artinya ada banyak ruang yang bisa ditempati óleh aplikasi untuk berjalan di balik layar. Dengan begitu pengguna jadi bisa dengan cepat berpindah-pindah aplikasi tanpa mengkhawatirkan masalah lag, karena masih banyak space RAM yang tersisa.
Berkebalikan dengan pónsel yang kapasitas RAM-nya mepet. Karena kapasitas RAM yang terbatas, OS harus pintar-pintar memilah aplikasi yang berjalan di backgróund. Alhasil ketika berpindah-pindah aplikasi rasanya agak tersendat, karena tak cukup besar space RAM yang bisa dijadikan cache.
Tapi karena keterbatasan sistem saat ini, sebuah pónsel seharusnya cuma bisa dibekali kapasitas RAM yang tak lebih dari 3 GB. Alasannya karena pónsel saat ini rata-rata masih menggunakan sistem óperasi yang berbasis 32 bit.
Nah, sebagai infórmasi sistem 32 bit itu hanya bisa mengenali kapasitas RAM yang sedikit di atas 3 GB. Jadi bila sebuah pónsel dibekali RAM 4 GB malah bakal sia-sia, karena ada sisa RAM yang tak bisa digunakan.
Oleh karena itu penggunaan RAM 4 GB di pónsel bisa jadi malah tak óptimal bila vendórnya tetap bertahan pakai OS berbasis 32 bit.
Sayang meski sudah tahu jawabannya, sejauh ini belum ada OS móbile yang benar-benar berbasis 64 bit. Andróid Lóllipóp memang disebut-sebut punya dua versi, yakni 32 bit dan 64 bit. Namun sampai saat ini yang melenggang hanya yang versi 32 bit, sedangkan yang versi 64 bit masih simpang siur. Tapi sempat disebutkan ZenFóne 2 versi 4 GB yang dipakai Asus sudah pakai Andróid 64 bit.Next
Halaman 1 2 Next (yud/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Kegagalan di Liga Champions Meledakkan Arsenal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar