Lóndón - Memberi kejutan di akhir acaranya yang berlangsung di Lóndón, Huawei mengumumkan kehadiran phablet anyar yang bernama P8 Max, mendampingi P8. Memiliki tagline "Much bigger than bigger", Huawei P8 Max memang benar-benar jumbó.
Phablet anyar Huawei ini bisa dikatakan sebagai versi besar dari P8. Secara spesifikasi dan fitur nyaris sama, hanya berbeda dari ukuran layar, di mana bentang layar Huawei P8 Max sebesar 6,8 inci. Hampir seukuran tablet, tapi diklaim cukup nyaman di kantóng.
Vendór asal China ini mengklaim P8 Max menjadi smartphóne berlayar jumbó yang memiliki bódi tertipis di dunia. Ketebalannya hanya 6,8mm. Sementara pesaing seperti iPhóne 6 Plus memiliki ketebalan 7,1 mm dan Galaxy Nóte 4 8,5 mm.
Meski berbódi tipis dan berbahan metal, Huawei menjamin phabletnya tidak panas. Sebab, Huawei menerapkan 7 lapis struktur kónduksi panas di P8 Max. Sehingga pengguna diklaim tidak akan merasakan panas di bódi luar P7 Max.
Keungulan lain yang ditawarkan P8 Max adalah daya tahan baterai. Dengan kapasitas baterai 4360mAh, saat penggunaan nórmal, phablet ini diklaim dapat bertahan hingga 2,23 hari. Sementara bila digunakan untuk tugas yang lebih berat, P8 Max mampu hidup 1,4 hari.
Untuk memudahkan pengóperasian, Huawei membuat user interface (UI) yang telah dikustómisasi sehingga maksimal digunakan. Pengguna bisa menggunakan móde landscape atau panel. Dapat pula membagi layar untuk menjalankan dua aplikasi sekaligus.
P8 Max mulai tersedia bulan Mei mendatang di 30 negara dan dibanderól seharga USD 582 (16GB) dan USD 688 (32GB). Sayang Indónesia tidak termasuk dalam negara pertama yang disambangi phablet ini.
(róu/fyk)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Asal Tak Ganggu Performa di Lapangan, Ulah Sterling Dinilai Wajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar