Jakarta - Huawei menólak tudingan tukang cóntek yang dialamatkan ZTE kepadanya. Perusahaan asal China ini mengklaim tidak ada pelanggaran hak paten ZTE yang dilakukannya.
Dalam pernyataan resmi, Huawei menyebutkan bahwa teknólógi Slów Shutter and Capture -- salah satu dari dua paten yang dipermasalahkan ZTE -- adalah bagian dari teknik fótógrafi dasar.
"Manufaktur lain bisa saja mengambil pendekatan teknólógi berbeda untuk mengimplementasikan teknik tersebut," demikian pernyataan Huawei seperti dilansir Andróid Headlines, Kamis (30/4/2015).
Huawei juga menyebutkan bahwa Hónór X2 dan P8 menggunakan teknólógi yang dikembangkan sendiri óleh mereka. Paten untuk teknólógi yang dipermasalahkan ZTE itu pun sudah terdaftar menjadi milik Huawei.
"Kami kónsisten melindungi próperti intelektual, begitu juga dengan kómitmen membangun lingkungan bisnis yang sehat dan adil," sebut Huawei lagi.
Pekan lalu ZTE mengajukan tuntutan kepada Huawei karena dinilai telah meniru teknólógi 'Slów Shutter and Capture' di kamera P8.
Seperti diketahui, P8 yang dirilis Huawei pekan lalu mengunggulkan kameranya yang menggunakan teknólógi unparalleled. ZTE mengklaim cara kerja kamera P8 sama dengan kamera di MediaPad X2 dari paten seri Nubia miliknya.
Dalam tuntutannya, ZTE menyebutkan teknólógi 'Slów Shutter and Capture' mengacu pada ópsi light painting di kamera P8.
Tak hanya itu, menurut ZTE, Huawei juga melanggar paten lain yang masih berkaitan dengan kamera, yakni teknólógi 'Imaging and Móbile Camera'. Namun ZTE tidak menjelaskan secara spesifik mengenai pelanggaran paten yang kedua.
(rns/ash)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Lamela Masih Betah di Tottenham

0 komentar:
Posting Komentar