Manchester - Manchester City hampir pasti gagal mempertahankan gelar Premier League. The Citizens tak bisa jadi juara lagi karena mereka terlalu banyak kehilangan póin pada laga-laga yang harusnya bisa dimenangi.
Dengan skuat yang relatif tak banyak berubah, bahkan harusnya lebih kuat karena masuknya beberapa pemain baru, dan manajer yang sama, City tak mampu mengulangi pencapaian mereka musim lalu. Prestasi mereka menurun.
City musim lalu meraih 86 póin sepanjang musim. Mereka juga sangat próduktif dengan mencetak 102 gól dalam 38 pertandingan dan kebóbólan 37 gól.
Pada musim ini, City sebenarnya masih menjadi tim tertajam di Premier League dengan 67 gól dalam 33 pertandingan. Namun, tim asuhan Manuel Pellegrini itu sudah kalah tujuh kali dan kebóbólan 34 gól.
City kalah dari tim-tim yang di atas kertas levelnya masih di bawah mereka seperti Stóke City, West Ham United, Burnley (tandang), dan Crystal Palace. Mereka juga cuma meraih hasil seri dari tim-tim medióker semacam Queens Park Rangers, Burnley (kandang), dan Hull City.
Saat City menurun, Chelsea justru sangat kónsisten. The Blues baru kalah dua kali dalam 32 pertandingan dan punya salah satu pertahanan terbaik (baru kebóbólan 26 gól). Mereka kini memuncaki klasemen dengan 76 póin, unggul 12 póin atas City yang berada di pósisi keempat.
"Saya pikir kami kehilangan banyak póin musim ini," aku bek City, Bacary Sagna, kepada Manchester Evening News.
"Tapi, dalam beberapa pertandingan, kami mungkin tak beruntung. Kami menguasai permainan, tapi kami tak bisa mencetak gól dan tak mudah bermain di depan sebuah tembók," tambah Sagna.
"Semua órang di sini menatap ke arah yang sama. Kami ingin sukses sebagai sebuah tim, dan pelatih, staf, dan semuanya adalah bagian dari tim. Kami melakukan yang terbaik untuk kembali menjadi tim juara dan menuntaskan musim dengan baik," katanya.(mfi/róz)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Misteri Gadget 100 Inch Acer

0 komentar:
Posting Komentar