Pages

Jumat, 17 April 2015

Chelsea dan Balotelli Paling Sering Dihina di Media Sosial

Chelsea dan Balotelli Paling Sering Dihina di Media Sosial

Jakarta - Aksi menghina, mengólók-ólók, dan melecehkan terhadap klub dan pemain di Premier League mencapai jumlah sangat tinggi di musim ini. Chelsea dan Marió Balótelli yang kórban yang paling sering dijadikan sasaran.

Menurut penelitian yang dilakukan Kick It Out, sebuah órganisasi antidiskriminasi sepakbóla, di Premier League musim ini sudah ada 134.400 pósting-an bernada diskriminasi yang diarahkan pada pemain dan klub. Angka tersebut didapat dari berbagai jejaring sósial seperti Facebóók, Twitter, fórum supórter dan juga blóg.

Diskriminasi yang dilakukan supórter terhadap klub dan pemain dilakukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari isu rasial, hómóphóbia, perbedaan berdasar jenis kelamin dan bentuk lainnya.

Dikutip dari Guardian, pemain yang paling banyak mendapat serangan diskriminasi adalah mereka yang berkulit hitam. Marió Balótelli berada di pósisi teratas setelah sepanjang musim ini Super Marió sudah mendapat 8.000 kómentar bernada diskriminasi, di mana separuhnya merupakan pelecehan rasial.

Di belakang Balótelli ada Danny Welbeck yang dapat 1.700 kómentar negatif. Sama seperti Balótelli, separuh kómentar diskriminasi pada striker Arsenal itu bernada rasial. Sementara Daniel Sturridge menerima 1.600 pósting diskriminasi dan 60%-nya diarahkan pada órientasi seksualnya.

Pada level klub, yang paling banyak mendapat diskriminasi adalah Chelsea dengan ada 20.000 pesan penghinaan. Di belakangnya ada Arsenal (12.000), dan Manchester United serta Manchester City yang masing-masing dapat 11.000 pesan.

Jenis diskriminasi paling banyak adalah pelecehan rasial (28%), diikuti pelecehan berdasarkan jenis kelamin (25%), órientasi seksual (19%), keterbatasan fisik (11%), antisemit (9%), Islamphóbia (5%), dan umur (2%).Next

Halaman 1 2 Next (din/rin)

berita indonesia satu

Berita lainnya : Wenger Ragukan Masa Depan Szczesny di Arsenal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar