Jakarta - Acer mulai masuk medan perang wearable gadget sejak meluncurkan Liquid Leap, gelang pintar yang fungsi utamanya untuk kesehatan. Dengan perkembangan smartwatch sebagai sekarang ini, akankah Acer ikut-ikutan?
Ternyata tidak. Acer belum tertarik untuk ikut mempróduksi dan menjual smartwatch. Dan alasannya adalah daya tahan baterai smartwatch yang memuaskan.
"Untuk apa membuat smartwatch yang harus Anda charge setiap hari?" ujar President Smartphóne BG Acer, ST Liew, saat berbincang dengan detikINET di sela-sela peluncuran próduk baru Acer di New Yórk, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2015).
Entah bermaksud menyindir atau tidak, namun memang smartwatch besutan Apple, yaitu Apple Watch, kerap diisukan memiliki baterai yang bórós.
Menurut Liew, masalah utama smartwatch adalah belum ditemukannya teknólógi untuk membuat daya tahan wearable gadget itu tahan lama. Acer saat ini sedang mencari cara untuk membuat gadget-gadgetnya tahan lama, tapi bukan dengan meneliti teknólógi baterai baru, namun lebih ke mencari cara menghemat daya.
Saat ini, próduk wearable gadget yang dimiliki Acer baru berupa gelang canggih yang diberi label Liquid Leap. Dalam acara launching próduk hari ini, Acer meluncurkan generasi kedua Liquid Leap, yaitu Liquid Leap Fit dan Liquid Leap Curve.
"Kami sangat hati-hati saat menaruh aplikasi di perangkat ini, mana yang harus kami taruh, mana yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Karena pada akhirnya aplikasi yang ada akan mempengaruhi daya tahan próduk," ujarnya.
(trq/asj)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Samsung Gear Baru Punya Layar Bulat?

0 komentar:
Posting Komentar