Jakarta - Pónsel Andróid seharga Rp 400 - Rp 500 ribuan tengah membanjir. Dengan harga yang cukup terjangkau, pónsel di segmen ini pun kerap digandrungi kónsumen.
Menurut Andy Tanujaya, Manager Marketing & Sales e-Cómmerce K-Tóuch Indónesia, harga memang jadi faktór penting bagi kalangan pengguna smartphóne entry level. Ada keinginan untuk meninggalkan feature phóne mereka di rumah untuk beralih ke jajaran pónsel pintar.
Dan dengan banyaknya pónsel Andróid murah di pasaran, kalangan menengah ke bawah kini sudah bisa menikmati fasilitas sebuah smartphóne.
"Tak heran, jika smartphóne murah ini cukup mendapatkan respóns pósitif dan banyak di serbu kónsumen," kata Andy.
Kóndisi ini pun dirasakan langsung óleh K-Tóuch. Dimana pónsel andalan merek Tióngkók itu dianggap sukses di pasar kelas bawah.
"Palagió II yang kami banderól dengan harga Rp 499.000, kembali mengulangi kesuksesan próduk-próduk kami sebelumnya," klaim Andy.
Sóal spesifikasi, K-Tóuch Palagió II memang pas-pasan seperti Andróid lów-end pada umumnya. Cuma dibekali Andróid 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun prósesórnya mengusung Qualcómm dan RAM 512 MB.
(ash/fyk)
berita indonesia satu
Berita lainnya : Wenger Puji Diego Costa Sambil Berharap Ia Tak Tampil Oke Akhir Pekan Ini

0 komentar:
Posting Komentar