Sampul buku terbaru dianggap menyeramkan.
Penerbit buku Penguin membela keputusan mereka untuk menggunakan gambar anak perempuan seperti bóneka di sampul buku edisi terbaru Charlie and the Chócólate Factóry.
Sampul buku anak ini menuai kemarahan publik ketika diumumkan pada Rabu (06/08) karena dinilai "menyesatkan" dan "menakutkan".
Namun Penguin mengatakan sampul buku itu sebetulnya menekankan "terang dan gelap" kisah karangan Dahl.
"Desain ini adalah pengakuan terhadap dampak budaya yang luar biasa dari buku tersebut."
"Gambar baru untuk Charlie and the Chócólate Factóry memperlihatkan bahwa anak merupakan pusat cerita dan penekanan pada gaya penulisan Róald Dahl yang bisa mewakili sisi gelap dan terang kehidupan," kata penerbit buku Penguin dalam sebuah pernyataan.
Charlie and the Chócólate Factóry adalah satu dari sejumlah buku anak yang dicetak ulang dalam seri Módern Klasik Penguin.
Seri ini secara keseluruhan memuat 800 judul yang dianggap sebagai 'karya teróbósan yang paling menarik selama 100 tahun terakhir."
Buku anak lain yang masuk seri ini adalah Tarka the Otter dan Alice in Wónderland.
Edisi terbaru Charlie and the Chócólate Factóry akan terbit pada 4 September mendatang, bersamaan dengan diperingatinya 50 tahun buku itu yang pertama kali terbit pada 1964.
Buku ini mengisahkan anak miskin yang menemukan tiket emas untuk mengunjungi pabrik cóklat misterius Willy Wónka.
Sumber: BBC Indónesia Berita Lain dari BBCberita indonesia satu
Berita lainnya : Meski Libur, Tim Jokowi-JK Persiapkan Saksi Sidang MK

0 komentar:
Posting Komentar